Cerita Dewasa PNS Asal Bali

Posted by Inu Rabu, 19 Desember 2012 0 komentar

Cerita Dewasa PNS Bali
Ini adalah sebuah kisah seks dewasa yang dituturkan oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bali tentang petualangan atau pengalaman seksnya yang luar bisa dengan seorang penari di Bali. Menarik untuk kita baca sebagai sebuah pengalaman yang menggairahkan untuk dijadikan bahan rujukan maupun fantasi seksual. Berikut adalah selengkapnya cerita dewasa seks PNS Bali!
Perkenalkan Namaku Agus seorang PNS di Bali, untuk kerahasiaan aku tidak akan menuliskan tahun terjadinya peristiwa ini dan nama asli. Namun cerita ini adalah benar adanya.

Bulan November aku mengikuti prajabatan PNS, yah tak ada yang kukenal di prajabatan ini, karena itu aku berusaha untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Pagi itu adalah jam pertama, aku duduk di bangku kelas bagian tengah, kulirik kiri dan kanan. tak ada yanmg kukenal, namun ada satu yang menarik perhatianku, seorang gadis cantik duduk tak jauh dariku, dia nampak ramah dan selalu tersenyum, kulitnya sawo matang, namun bagiku dia terlihat yang paling cantik di kelas. Dia lalu memperkenalkan diri.

“Nama saya Ni Ketut Dede Ariyani, aku guru tari Bali, nama kamu siapa? kok ngeliatin terus sih?”
Aku jadi salah tingkah, lalu aku menjawab,
“Maaf ya mbok tut, nama saya Agus, abis ga ada yang dikenal sih…”
“Sekarang kan udah kenal,emang umur kamu berapa? kok manggil mbok”
“25 mbok, emang kenapa?”
“oh, emang bener kamu manggil aku mbok, umur aku 28.”
“Oh…”

Meskipun dia bilang umurnya 28 tapi dia tidak terlihat setua itu, perawakannya lebih pendek dari aku dan badannya sintal. Sejak perkenalan itu kami sering ngobrol berdua pada waktu prajabatan selama 2 minggu itu, smsan dan telpon-telponan, dia juga sering ditengok sama cowok yang sama temen-temen aku dipanggil raksasa, Dede bilang sih itu tunangannya, aku kesel juga tapi apa daya aku cuma bisa senyum, tapi memang pada waktu itu aku belum merasakan apa-apa.
Pada waktu sehari sebelum penutupan dia bilang begini,
“Gus, nanti abis penutupan kita jalan-jalan yuk!?”
“ayuk”, kataku dengan senang hati, “emang mau kemana mbok?”
“yah, ke bioskop atau kemana gitu.”
“oke..”

saat itu tiba, aku dah siap-siap untuk penutupan dan tak lupa aku membawa pakaian ganti, begitu selesai penutupan kami pergi ke bioskop, kami nonton dan sengaja memilih bangku paling pinggir, entah kenapa aku mulai berpikiran kotor, lalu aku memeluk dia, dia tidak menolak. Lalu aku beranikan diri untuk mencium dia, dia malah menyambut ciumanku dengan hangat. Kami berciuman lama sekali, aku melumat bibirnya dengan penuh nafsu, setelah beberapa menit dia berkata,
“ternyata perasaan gak bisa bohong ya.”
“iya…”

Aku tak ragu lagi untuk memeluk dan menciumnya bahkan aku berani memegang payudaranya dari dalam bajunya sementara dia juga memegang dadaku, akhirnya kami selesai nonton film lalu aku berkata,
“De..putusin cowok kamu ya, trus nikah ma aku.”
“Ga bisa gus, aku ma dia dah lebih dari pacaran kami dah biasa begituan, tinggal dibantenin aja kami dah jadi suami istri…”
Aku kecewa dan marah tapi ga bisa apa-apa, akhirnya aku bilang,
“Terserah.”

Aku tidak pernah ngehubungi dia selama beberapa hari, akhirnya aku berpikir normal aku tidak mungkin masuk ke dalam kehidupannya, yah… aku akhirnya menghubungi dia lagi dan kami ngobrol seperti biasa tanpa ada masalah lagi dan pada suatu saat dia mengajak aku makan di ayam wong Solo.
Aku sebagai orang yang lebih miskin dari dia jelas tidak menolak. Kami pergi kesana terus kami memesan meja di tempat bebas rokok yang sepi dan tertutup.

Setelah selesai makan, aku dan dia yang duduk bersebelahan menumpahkan rasa kangen. Kami saling mencium, saling melumat dan saling memegang. Aku berkata padanya,
“De, aku pingin buat cupang di leher kamu.”
“Coba aja!”
Aku mencoba menghisap lehernya untuk membuat cupang tetapi gagal, dia lalu tertawa sambil berkata,
“He… he… he… bukan gitu caranya, nih aku contohin”, dia mulai beraksi. Entah bagaimana caranya dia mengisap, yang jelas rasanya aku melayang-layang, aku cuma mendesah,
“Ah… ah…”
“Tuh kan, dah merah”, kata dia sambil menunjuk leher aku.
“Dasar… De, kita pulang yuk.”
“ayuk.”
Dede lalu membayar makanan sementara aku langsung menuju mobilnya.

Sesampai di rumah, pikiranku kacau karena cupang itu, aku langsung nge-sms dia,
“De… aku kepingin cupangnya bukan di leher, aku pingin di dada, aku juga pingin buat cupang di dada kamu.”
Aku kira dia marah, tapi dia malah ngebalas,
“Gus, aku sayang ma kamu, kalau kamu buat cupang di dadaku boleh kok, selain itu sebagai tanda sayang aku, aku pingin 3d.”
“Apaan tuh 3d?”, balasku.
“Diputer, Dijilat trus Dicelupin.”
“Hah!! Beneran? Atau becanda nih?”
“beneran, masak aku main-main.”
“Kapan kamu mau? Tapi aku belum pernah lho sayang, apa mesti pake pengaman?”
“Aku pinginnya ga pake, tapi kalau kamu ragu lebih baik pake aja, waktunya nanti aja kalau ada kesempatan, gimana?”
“Oke deh, met istirahat ya sayang…”
“Istirahat apaan aku kan harus nari di Hotel sayang, nanti kalau aku ga balas berarti aku masih sibuk atau ada si dia sama aku.”
“Ya deh, met kerja ya sayang.”

Yah, ini adalah jadwal harian dia, dia adalah seorang penari Bali dan kadang dia nari di hotel kadang malah sampai ke luar negeri.
Lama aku menunggu waktu itu, akhirnya aku mendapat kesempatan pelatihan 4 hari. Tetapi karena kecerdikan panitia pelatihan itu hanya 3 hari. Berarti aku hanya punya waktu 1 hari. Aku langsung nge-sms dia,
“De… besok ga ngajarkan? Kita laksanakan rencana kita yuk?”
“ayuk, nanti aku jemput dimana?”
“Jemput aku ditempat pelatihan di Jalan Hayam wuruk.”
“Oke!”

Besoknya aku sudah menunggu dia di tempat pelatihan. Beberapa menit kemudian dia tiba. Aku langsung naik ke mobilnya dan ganti baju di dalamnya. Aku yang udah nafsu lalu bilang,

“Kita mau kemana? ayuk”, Dede memakai baju yang agak ngepres di badannya, sementara di bagian bawah dia hanya mengenakan kain pantai, ketika aku lirik ternyata dia tidak mengunnakan apa-apa selain kain pantai dan tentu saja cd.
“Jangan gitu, kita makan dulu yuk…”
Kami lalu makan, selanjutnya kami menuju bungalow di Kuta, namun sebelumnya kami sudah membeli makan siang terlebih dahulu.
Sesampainya di kamar bungalow, dia lalu menutup pintu, aku yang udah nafsu langsung menyerbunya. Dia lalu berkata,

“Ga jadi ah…”
“Trus kita ngapain kesini?”
“ngobrol sambil tiduran.”
“Enak aja”, aku langsung menyerbu dia berusaha melepas bajunya dan kain pantainya, lalu dia bilang,
“Sabar dong sayang.”

Dede lalu mematikan lampu, lalu menutup korden yang tadi belum tertutup, aku memang udah nafsu liat kemolekan dia jadi ga memperhatikan itu. Akhirnya aku menyerbu dia, kali ini aku tidak menemuka perlawanan berarti, dia udah siap. Aku mencium dia dengan nafsu, lalu melepas bajunya dan kain pantainya, tubuhnya kini hanya ditutupi BH dan CD. Dia lalu bilang,
“Gus… Aku pernah dioperasi di payudara dulu ada tonjolannya.”
BHnya aku lepas lalu aku menciumi payudaranya dengan lembut,
“ehm… ehm…”
“Gus… ka… mu… be….bbener lembut… ah ah ahh..”
Desahannya membuat aku bernafsu, lalu aku melepas bajuku dan celana ku sehingga aku telanjang di depan dia, CD diapun kulepas, dia lalu berkata,
“Gus… pake kondom dulu ya sayang…”
Dia lalu memakaikan aku kondom, aku yang masih awam langsung saja memasukkan punyaku ke dalam vaginanya. Beberapa menit kemudian aku udah keluar, yah karena aku belum pengalaman, dia melepas kondomku dan berkata,
“Ga apa-apa kan baru pertama.”
Belum berapa menit nafsuku naik lagi. Aku langsung menyentuh payudaranya, kali ini dia lebih pintar dia lalu berkata,
“Gus… sekarang kamu di bawah ya, aku yang di atas.”
aku rebah di bawah, dia pelan-pelan memasukkan penisku ke vaginanya,
“uh… enak sekali…”, aku mendesah.
Diapun mendesah,
“Ah… ah… nikmat sekali….ah… ah…”
Goyangannya betul-betul luar biasa, aku sampai merem melek, bodynya yang sintal bergoyang di atasku, aku memegang payudaranya sambil sesekali menciumnya,
“ah… nikmat sekali rasanya”, ditengah-tengah kenikmatan itu tiba-tiba dia mengejang dan melepaskan vaginanya sambil terengah-engah.
“Aku belum keluar kok dah selesai De?”
“Cape… dan kayanya dah keluar Gus.”
Aku langsung menindihnya dan memasukkan penisku ke vaginanya dan mengocoknya dengan cepat karena tanggung pkirku, akhirnya,
“ah…”
Spermaku tumpah, aku langsung menarik penis ku keluar dan langsung mengeluarka spermaku di perutnya. Dede lalu berkata,
“Sekarang gantian, aku yang belum keluar nih.”
“Yah…”
Aku lalu memasukkan jariku ke vaginanya dan mengocoknya.
“ah..ah…ah…ah…”, Dede mendesah keras.
“gimana De, enak kan?
“enak banget… ah…ah… ah…”
Tiba-tiba dia memeluk aku erat sekali sambil mencium dada aku hingga cupang.
Kamipun tertidur, dan sorenya pulang.

Kami masih kontak beberapa minggu, hingga ada satu kejadian jelek yang aku dan dia alami. Kami nonton di bioskop berdua dan disudut seperti biasa, selanjutnya kami berciuman, lalu tanganku bergerilya ke selangkangannya, tangan dia pun juga sama. Aku memasukkan tanganku ke vaginanya dan tangannya juga mulai mengocok penisku

“Ah… ah… ah…” Desahan kami berdua berirama.

Akhirnya tanganku terasa basah dan dia mengejang… Aku sama sekali belum keluar tapi film keburu selesai. Di perjalanan pulang akhirnya kami ribut, karena dia ingin pisah dariku dan kembali ke tunangannya. Aku berusaha membela diri tapi dia sudah berketetapan.
Akhirnya kami berpisah dan aku tidak pernah bertemu dengan dia sampai akhirnya dia menikah dengan tunangannya yang juga penari. 

Sumber

Cerita Dewasa Tarung Kepiting

Posted by Inu 0 komentar

Cerita Dewasa Tarung Kepiting
Aku Anis, kembali akan menyumbangkan suatu kisah tentang sepasang suami istri yang baru saja menikah lalu tinggal di suatu daerah pegunungan yang jauh dari keramaian dengan harapan agar mereka bisa terhindar dari pergaulan, bahaya lalu lintas dan kesalahpahaman dengan orang lain. Di samping itu, ia juga menghindarkan istrinya dari gangguan laki-laki lain yang menyukainya karena istrinya sangat cantik sehingga jadi rebutan di kampung asalnya. Mereka berdua hidup dalam kesunyian, namun ia tidak kesulitan makanan karena selain ia berkebun dan bertani, juga ia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai lauknya.

Beberapa bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga membutuhkan makanan tertentu sesuai selera dan keinginannya sebagaimana layaknya perempuan lainnya yang mengidam. Suatu hari, sang istri tampak tidak enak perasaannya dan selalu emosi akibat pengaruh dari janin yang dikandungnya. "Mas, boleh ngga minta tolong sama kamu?" tanya sang istri lembut. "Soal apa dinda?" sang suami balik bertanya dengan lembut pula. "Aku ingin sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan aku?" "Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan kepiting di puncak gunung seperti ini?" kata sang suami. "Tolong cari donk. Berusahalah. Pasti Mas bisa menemukannya. Kalau aku nggak masalah, tapi yang ini nih," desak sang istri sambil menunjuk janin yang ada dalam perutnya. Setelah lama didesak, akhirnya sang suami pergi juga meninggalkan rumah untuk mencari kepiting. 

Dia berjalan mengelilingi hutan dan naik turun dari gunung yang satu ke gunung yang lainnya, bahkan menelusuri beberapa sungai-sungai kecil yang ada di tengah hutan. Ketika ia menemukan sebuah sungai yang agak deras airnya, ia lalu turun dan mencoba mencari lubang-lubang yang ada di pinggirnya. Setelah ia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, ia lalu memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Bahkan mencoba mengeluarkan air dan lumpurnya hingga lubang itu bertambah besar dan dalam, sampai-sampai seluruh badannya bisa masuk. Suluruh tubuhnya basah kuyup dengan lumpur bercampur keringat karena ia merasa penasaran dan yakin sekali kalau dalam lubang itu ada kepitingnya. Dalam keadaan bermandikan keringat bercampur lumpur, ia mengkonsentrasikan diri hanya pada isi lubang itu, ia lalu membuka seluruh pakaiannya yang basah lagi kotor itu. 

Tiba-tiba ia mendengar suara kaki berjalan di air. Semakin lama kedengarannya semakin dekat, bahkan terdengar ada suara manusia yang sedang bicara, sehingga ia merasa sangat ketakutan karena selama ia tinggal di daerah itu belum pernah bertemu dengan orang lain kecuali hanya istrinya. "Jangan- jangan orang itu adalah penjahat atau orang hutan", demikian pikirnya. Ia lalu masuk sekalian ke dalam lubang itu unutk bersembunyi dengan tanpa busana sehelaipun. Dalam keadaan menungging dengan pantat mengarah ke pintu lubang tersebut, ia melihat melalui selangkangannya, ternyata ada 4 betis berdiri hanya kurang lebih berjarak 30 cm dari pantatnya. Ia gemetar sangat ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar melalui kontolnya yang tergantung lemas. "Wah, ini ada buah-buahan langka dan kelihatan indah sekali" sang suami itu mendengar suara dari salah seorang yang kakinya kelihatan itu. 

Bahkan orang itu sempat meraba dan menarik-narik kontol sang suami yang disangkanya buah-buahan, sehingga sang suami itu semakin ketakutan hingga menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Ia tak mau bergerak karena takut diketahui kalau ia adalah manusia. "Buah apa itu teman?" tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil ikut memegang dan menarik- narik buah tergantung itu. Tiba-tiba pantat sang suami mengeluarkan suara kentut sehingga kedua orang hutan yang berdiri itu mencium bau busuk. Lalu temannya menjawab.. "Mungkin inilah yang dinamakan buah busuk-busuk" lalu kedua orang itu sepakat meninggalkan tempat itu dan bermaksud memetik buah busuk- busuk itu setelah ia kembali dari menebang kayu di hutan. Setelah kedua orang hutan itu pergi, maka sang suami yang masuk ke lubang tadi segera keluar dan pulang terburu-buru ke rumahnya sambil menjinjing pakaiannya. 

Sesampainya di rumah, sang istri heran karena suaminya berlari terengah-engah tanpa mengenakan pakaian. "Kok begitu Mas. Ada apa? Kenapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya?" Pertanyaan sang istri bertubi-tubi pada sang suami, namun ia tetap belum mampu menjawab karena sangat lelah dan ketakutan. "Mm.. maaf dinda, aku tidak berhasil menangkap kepitingnya" jawab sang suami dengan nafas terengah-engah. "Kenapa Mas? Ada masalah apa di sungai?" desak sang istri. "Anu.. Anu dinda. Sulit ditangkap karena lubangnya terlalu dalam. Besok saja yah," rayu sang suami pada istrinya. "Masa hanya kepiting tak bisa ditangkap. Kalau gitu kita gantian saja. Mas jaga rumah dan saya yang akan menangkap kepitingnya" ujar sang istri tidak sabar Menjelang sore hari, sang istri berangkat ke sungai setelah mendapat petunjuk dari sang suami mengenai tempatnya. 

Meskipun sang suami tidak mengizinkan istrinya pergi agar jangan sampai bertemu dengan kedua orang hutan tadi, tapi karena tak mau cekcok dan membuat marah istrinya, maka dengan terpaksa dan was-was akhirnya ia mengizinkannya. Sesampainya di sungai tersebut, sang istri turun dan akhirnya menemukan lubang yang baru saja dimasuki suaminya. Ia juga merasa penasaran dan yakin kalau dalam lubang itu ada kepitingnya, sehingga buru-buru ia melepaskan seluruh pakaiannya agar tidak kotor lalu masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu dalam lubang. Belum sempat ia memasukkan tangannya ke luang-lubang kecil yang ada dalam lubang besar itu, tiba-tiba ia mendengar suara orang sedang bicara, bahkan kedengarannya berjalan menuju ke arahnya. "Wah, celaka teman. Kita didahului orang lain. 

Buah busuk-busuk itu sudah tidak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan menggunakan pisau tajam. Ini buktinya" kata salah seorang dari mereka yang berdiri persis di dekat pantat sang istri itu sambil meraba, mengelus dan menusuk-nusuk lubang kemaluan sang istri karena dianggapnya sebagai bekas petikan/ potongan buah tadi. Kedua orang hutan itu tidak ragu lagi kalau baru 'buah' itu baru saja dipetiknya karena sewaktu ia meraba tempatnya, ia merasakan sedikit basah, berlubang dan halus seperti bekas potongan pisau tajam. "Untung saja vaginaku halus, mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tidak curiga kalau itu adalah daging montok wanita yang sedang basah karena ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing", demikian pikir sang istri. "Ayo teman, kita cari dan kejar si pemetik buah impian kita itu. Ia pasti belum jauh dari tempat ini, karena bekas petikannya masih basah dan getahnya masih menetes" ajak salah seorang dari orang hutan itu. Akhirnya mereka segera pergi dan sepakat mencari orang yang dicurigai telah memetik buah busuk-busuk impian mereka itu. "OK, kita bagi sasaran. Kamu ke kiri dan aku ke kanan. Ia pasti masih berada di sekitar sini karena bau buah-buahan itu masih sangat terasa busuknya". 

Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang istri ketika keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu. Pikir sang istri, bau busuk itu tentunya adalah bau kentut. Setelah itu, sang istri terburu-buru keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil berlari menjinjing pakaiannya. Sesampainya di rumah, keadannya persis sama dengan keadaan suaminya ketika mengalami hal serupa. Ia tak mampu berkata-kata dan sulit ia menjelaskan kejadian tadi. Mereka saling menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, meskipun dalam hati mereka saling curiga tentang kemungkinan kejadian yang sama. Keesokan harinya, sang suami bersama sang istri sepakat untuk berangkat bersama-sama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan kalau kedua orang hutan kemarin itu tidak bakal lewat di situ lagi karena buah impiannya sudah dianggap tidak ada lagi. Keduanya langsung menuju ke lubang yang masih diyakini ada kepitingnya. "Mas, coba sekali lagi. Kamu saja yang masuk biar saya yang jaga di luar kalau-kalau ada orang yang melihat kita. 

Sebaiknya buka saja pakaiannya Mas biar tidak kotor" kata sang istri ketika mereka sampai di dekat lubang itu. Setelah sang suami masuk dengan posisi seperti semula dalam keadaan telanjang bulat, sang istri menyaksikan kontol suaminya sedang tergantung di selangkangannya sambil berpikir bahwa mungkin kontol suamiku inilah yang dikatakan oleh kedua orang hutan kemarin itu sebagai buah busuk-busuk, sehingga setelah ia melihat kemaluanku, ia lalu beranggapan kalau buah itu sudah dipetik. "Bagaimana Mas? Sudah dapat kepitingnya?" tanya sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk melihat keadaan suaminya dalam lubang. "Belum dinda, tapi sudah hampir kutemukan. Sabarlah sebentar dinda" "Ini kepitingnya Mas. Saya sudah menangkapnya" canda sang istri sambil memegang dan menarik-narik benda yang tergantung di selangkangan sang suami sambil tertawa terbahak-bahak.

Nampaknya sang istri tak mau melepas 'kepiting' yang ditangkapnya itu, malah ia semakin memainkannya, mengelus dan mengocoknya hingga kepitingnya itu semakin keras, membengkak dan membuat pinggul sang suami bergerak-gerak. "Sudahlah dinda. Jangan ganggu aku dulu. Kepitingku itu tak sulit ditangkap karena akan datang sendiri ke rumah, bahkan sebentar di rumah pasti kuserahkan untuk kamu makan sepuasnya" canda sang suami. Karena sang suami sudah tak tahan lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tak mau berhenti memainkannya, malah nampak menginginkannya saat itu, maka sang suami memutuskan keluar dulu. "Kalau gitu kita gantian cari kepitingnya dinda. Aku kecapean" kata sang suami sambil keluar dari lubang itu dan digantikan oleh si istri setelah ia juga menelanjangi dirinya karena takut akan kotor pakaiannya. "Kamu yang jaga di luar yah Mas. Bilang kalau ada orang lain yang melihat kita, tapi jangan macam- macam loh..," kata sang istri. Setelah posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tiba-tiba sang suami meraba-raba pantatnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke kemaluan sang istri dan memainkannya seperti halnya ia dipermainkan tadi. 

"Wah, ini 'kepiting' betinanya sudah kutangkap dinda. Indah sekali dan pasti nikmat dimakan. Boleh aku makan dinda?" tanya sang suami sambil mengelus dan menusuk-nusuk lubang kemaluan istrinya yang sedang menungging dalam lubang. Sang istri tampak menikmatinya dengan menggerak-gerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang sejak tadi terangsang dari dalam lubang tak mau berhenti memainkan, bahkan sesekali mencium dan menjilatinya lalu mengatakan kalau ia sedang memakan kepitingnya mentah- mentah. "Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu donk 'kepiting'nya dengan 'kepiting'ku" canda sang istri tapi tampak serius karena memang ia betul-betul sudah terangsang. Sang suami segera mengarahkan mulut 'kepiting'nya ke mulut 'kepiting' sang istri lalu mengadunya. Perlahan tapi pasti, kedua buah langka itu saling bersentuhan di mulut lubang kepiting. 

Mula-mula amat sulit masuknya karena 'kepiting' sang istri agak masuk ke dalam, namun karena sang istri mengerti dan memang membutuhkannya, maka pantatnya pun terdorong sedikit keluar sehingga berada di luar lubang hingga sang suami sangat mudah memasukkan kepala 'kepiting'nya ke dalam mulut 'kepiting' sang istri. Suara yang ditimbulkan dari pertarungan antara kedua 'kepiting' langka itu, sangat indah dan jelas terdengar karena berada di mulut lubang, apalagi sedikit basah karena percampuran antara air khas 'kepiting' dengan air sungai serta air lumpur. "Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk. Nikkmat sekali kepitingnya Mas. 

Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass" erang si istri tersentak-sentak sambil menggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa. Mungkin karena sang istri telah merasa lelah menungging, ia meminta sang suami untuk berhenti bergerak sejenak, tapi sang suami tidak menghiraukannya. Akhirnya sang istri menarik pantatnya masuk lebih dalam sehingga 'kepiting' sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang 'kepiting' sang istri, bahkan perut sang suami dengan keras menghantam mulut lubang yang dimasuki sang istri tersebut. Namun tak lama setelah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar pantatnya dalam keadaan terbalik yakni telentang dalam lubang, sehingga memudahkan sang suami memasukkan kembali 'kepiting'nya ke dalam mulut 'kepiting' sang istri. Pertarungan pun dimulai kembali yang diiringi dengan musik khas yang keluar dari pertarungan kedua 'kepiting' itu. 

"Decak.. Decukk.. Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg" suara itulah yang mewarnai kesunyian di sungai itu yang dibarengi pula dengan suara nafas saling mengejar dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting itu. "Maass.. Mass, 'kepiting'ku mau pipis" kata sang istri ketika sang suami dengan gencarnya menghentakkan 'kepiting'nya keluar masuk ke mulut 'kepiting' sang istri tanpa menghiraukan kata-kata sang istri. "Biar saja pipis, karena 'kepiting'ku juga mau pipis, biar bersamaan saja" kata sang suami sambil tetap mempercepat kocokannya dan meraba-raba serta meremas-remas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, meskipun tanpa melihatnya karena letaknya agak ke dalam. "Nnikkmatnnya kepitingnya yach" secara serentak kedua pasangan itu tiba-tiba mengucapkan kalimat yang sama saat 'kepiting' keduanya bersamaan mengeluarkan cairan hangat yang dianggapnya sebagai air pipis 'kepiting'. 

Akhirnya keduanya tergeletak di tempatnya masing-masng. Sang suami tergeletak di luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Setelah terdiam sejenak, sang istri lalu keluar dan mencium pipi dan bibir sang suami yang masih tergeletak di pinggir sungai. "Mas, ayo bangun. Kita pulang aja yuk. Kita sudah tangkap dan nikmati kepitingnya. Aku sudah puas sekali dan tak bergairah lagi mencari kepiting beneran" kata sang istri sambil membangunkan suaminya dengan suara sedikit berbisik di telinganya. "Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, padahal ada kepiting yang kita bawa masing-masing. 

Lebih nikmat lagi memakannya, bahkan tak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha" kata sang suami sambil merapikan kembali pakaiannya bersama sang istri lalu keduanya tertawa terbahak sambil berpelukan dan berciuman, lalu kembali ke rumah. Setibanya di rumah, mereka kembali mengadu 'kepiting'nya beberapa kali dengan posisi yang lebih membuatnya leluasa bergerak. Sejak saat itu, sang istri tak pernah lagi meminta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan sejak itu pula keinginannya terhadap kepiting sungguhan hilang. Bagi pembaca yang penasaran ingin tahu lebih banyak pengalamanku atau ceritaku ini, maka silakan hubungi aku via email. 

Cerita Dewasa Adik Mungil

Posted by Inu 0 komentar

Cerita Dewasa Adik Mungil
Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuhnya mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu kututup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu. Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. 

Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Melda, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat aku mengintip. Melda sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat leluasa melihat ke dalam kamarnya. 

Pada posisi kakinya yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dalamnya yang putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu saja tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Melda lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya. Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Dipuntirnya pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, lalu tangan satunya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama. 

Aku bergetar lemas melihatnya, sedangkan penisku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Melda mulai melepaskan celana dalamnya dan.., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah vagina yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Melda naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh. Melda menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.., rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Melda bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur. 

Kasihan Melda.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga, Namun belum juga selesai, Melda kemudian mengambil spidol.., dibasahi dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang vaginanya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu, "Ahh.., ahh", Lalu dicopotnya spidol itu dari vaginanya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam vaginanya.., pertama.., jari itu masuk sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dalam yaitu setengahnya, dia melenguh, "Oohh.., ohh.., ahh", tapi heran aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari vaginanya, kurang nikmat rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yang menyaksikan semua itu betul- betul sudah tidak tahan lagi. Penisku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang penisku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat vagina si Melda yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Melda rupanya sedang menempelkan vaginanya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. 

Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba- tiba dia melenguh, "Ahh.., ahh.., ahh", rupanya dia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya. Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalamn posisi "ON".

Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala penisku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, "Akhh", aku mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap menatap pada vagina Melda yang masih telentang di tempat tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Melda yang masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin capai dan lelah. Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol. 

Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Melda.., yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Melda yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas. Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu. 

Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, "Alaamaak", Melda memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku. "Ohh.., glekk", aku menelan ludah sendiri dan repotnya, penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu. Setelah aku yakin bahwa Melda benar-benar sudah pulas, pelan- pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan membuat penisku mengejat- ngejat dan mengangguk- ngangguk. 

Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Melda bangun, aku bisa kena malu, tapi rupanya Melda benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai menyibak celana dalamnya dan melihat vaginanya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang. "Huaa", aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku pada pinggiran vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya makin ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Melda, betapa kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung hanya untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar ketika Melda bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, karena aku mendengar nafasnya yang teratur berarti dia sedang tidur pulas. 

Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini melda benar-benar telanjang bulat. Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar vaginanya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Melda ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yang indah itu. 

Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama- kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair. Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuatku terkejet-kejet, penisku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Melda terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada penisku sudah sangat besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat Melda masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang sudah basah. Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput tipis milik Melda, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa bagi Melda. 

Sayang Melda tertidur pulas, andaikata Melda dapat merasakan dalam keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang dirasakannya itu, tapi walaupun Melda saat ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berjalan secara alami dan biologis,..nikmat yang amat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya yang sudah basah, itu menandakan faktor psycho tsb sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar. 

Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di vaginanya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, lalu pada clitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya membuat penisku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di vaginanya. Dan ketika penisku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan, "sleepp.., slesepp", kepala penisku yang gundul sudah tidak kelihatan karena batas di kepala penisku sudah masuk ke dalam vagina Melda yang hangat nikmat itu. Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Melda masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat, "Ehhss.., ehh.., ss", seperti orang ngigau. 

Lalu kucabut lagi penisku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya, "Akhh.., ahh, betapa nikmatnya, betapa enaknya vaginamu Melda, betapa seretnya lubangmu sayang". Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul- betul cantik yang mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Melda, betapa sempurnanya tubuhmu, betapa enaknya vaginamu, betapa nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyayangimu. Lalu kembali kutekan agak dalam lagi penisku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, "Bleess.., blessess", "Akhh.., akhh", sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah selama ini ada wanita yang mempunyai vagina seenak dan segurih milik Melda ini. 

Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Melda agak tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang amat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi- lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa melda pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya. Akupun demikian, ketika penisku sudah masuk semua ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sesungguhnya yang diberikan oleh vagina Melda ini, aneh sangat luar biasa, vaginanya sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang. 

Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh Melda, tak akan kutinggalkan kamu. Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan melda ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar vaginanya yang lembut, habis kutekan penisku dalam-dalam. Aakh, sumur Melda memang bukan main, walaupun lubang vaginanya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang penisku ini, vagina yang luar biasa. 

Lama-kelamaan, ketika penisku benar-benar kuhunjamkan habis dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang akan muncrat dari lubang perkencinganku. "Ohh.., ohh", kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut penisku itu, takut Melda terbangun. Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. 

Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas. Keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba- tiba Melda keluar dan tersenyum padaku. "Mau berangkat Pak?", tanyanya, aku dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi. "Kok Melda nggak sekolah?". "Nanti Pak, Melda giliran masuk siang", akupun tersenyum dan Meldapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor. 

Cerita Dewasa Aini Cewek Pesantren

Posted by Inu 0 komentar

Cerita Dewasa Aini Cewek Pesantren
Aini. Kalo denger nama itu khayalanku selalu melayang kemana-mana. Membayangkan sosok seorang wanita 30 tahun dengan tinggi semampai dan bodi yang padat berisi. Pinggulnya lumayan besar dan ukuran dadanya juga cukup bikin sesak nafas. Apalagi gayanya kalau ngomong selalu terkesan genit dan manja, membuat bayangan-bayangan ngeres jadi setan dalam kepala. Wah, pokoknya aku sendiri nggak pernah menyangka kalo dikantor ternyata punya temen seperti dia. Memang sih anaknya baik, care banget sama temen-temennya. Kalo ada yang sakit, selalu dia yang jadi koordinator bezuk. 

Kalo ada yang ultah, selalu dia yang duluan inget en ngasih selamat. Belum lagi kadonya, biarpun sederhana tapi perhatiannya itu lho! Wah pokoknya asyik. Kalo dia lagi cuap-cuap diudara sesuai profesinya sebagai penyiar, selalu saja banyak pendengar pria berbondong-bondong pengen mengudara, minta dilayani suaranya yang empuk, seempuk dadanya, hehehe! Seperti sekarang misalnya. Nggak tau kenapa tiba-tiba khayalanku tentang Aini melambung tinggi. Jadi pengen melampiaskannya langsung, abis dia seksi abis bo! Pas subuh tadi dia udah dateng dengan penampilannya yang seger dan menawan. Mungkin gara- gara tiap hari ketemu dan ngerasain kegenitannya itu, sekarang ini sering aku nggak bisa nguasai diri. Masih untung cuma sabun di kamar mandi yang jadi pelampiasan. Coba kalo langsung orangnya, bisa nggak ya? Yang jelas, pas dia dateng ternyata langsung ngedeketin,”Kiii, aku ada perlu sama kamu. Sini deh.” wah, ada apa ini, batinku. Tapi aku tetep ngikutin dia. 

Eh ternyata dia langsung nurunin tangga dan balik menuju ruang resepsionis. Padahal tadi dia kan barusan naik. Udah gitu ruang resepsionis masih gelap. Tau-tau Aini berbalik, dia menarik tanganku untuk duduk di kursi sofa. Kebetulan tempatnya agak mojok di ruangan, jadinya makin nggak kelihatan. Dan lagi aktivitas orang- orang bisa kelihatan tanpa kita bisa terlihat. Maklum masih subuh. “Ki,” panggilnya lembut. “Kenapa?” tanyaku. Ia tersenyum manis dan menatapku lamaaa banget. “Aini kamu kenapa?” eh malah tambah lebar senyumnya. Dan tiba- tiba ia mendekatkan wajahnya kewajahku dan berbisik,”Aku hari ini ultah. Mau nggak ntar malem kamu dateng kerumah?” Hah? kerumahnya? lagian kenapa mesti spesial banget begini? padahal biasanya dia selalu bersikap manja sama semua orang, nggak cuma sama aku aja. Aku jadi curiga, tapi aku diam saja. “Mau ya?” bujuknya. “Emang ada acara apa sih En?” tanyaku penasaran. 

Eh dia malah senyum lagi dan malah balik nanya,”Kamu nggak ngasih selamat sama aku?” “Oiya ya,” langsung aja kuulurkan tangan dan kujabat tangan halusnya itu,”Met ulangtahun ya? Moga panjang umur n sehat selalu.” “Udah gitu aja?” tanyanya. Gantian aku yang tertegun,”Maksudnya?” Aini agak cemberut,”Biasanya orang kasih selamat itu cium pipi kiri kanan..” Walah! kepalang tanggung. Selagi tanganku masih menggenggam tangannya, kuangsurkan pipiku ke pipinya kiri kanan. “Kurang,” celetuknya manja.”Emang gimana lagi?” tau-tau dia mengangsurkan bibirnya ke pipiku dan cup, cup. “Kayak gitu tuuh!!” Aku baru ngerti. Terus aku cium pipi kiri kanannya. Baru aja ni bibir kutarik dari pipi kanannya. Dia menoleh dan langsung dipagutnya bibirku. Tangannya langsung dilingkarkan ke leherku. Woow! Dadanya yang super wow itu menempel erat didadaku. Langsung deh tanpa tedeng aling- aling si Joni ambil sikap sempurna. Kita berpagutan, lamaa sekali. Waktu kulepaskan ciumanku, terdengar desahannya manja. 

Aku tak tahan lagi, kalau tadi dia yang nyerang, sekarang giliranku mendaratkan ciuman ke bibirnya yang tipis. Kembali nafas Aini mengengah, dan dia menyambut ciumanku dengan menjulurkan lidahnya sedikit. Nafas perempuan seksi ini semakin memburu, sehingga begitu aku lepas ciumanku, masih terdengar desahan manjanya. Malah terdengar sedikit erangan erotisnya. Tanganku langsung tidak tinggal diam. Bergerilya, meraba dan mengusap lembut semua bagian tubuhnya, terutama yang sensitif mendatangkan rangsangan. Begitu tanganku mendekat ke dadanya, tiba-tiba Aini menangkap tanganku. “Hayo mau ngapain?” bisiknya dengan suara bergetar karena horny. Aku cuma senyum. Tanganku yang satu lagi membelai pipinya. 

Aini balas tersenyum, kemudian tanganku yang dipegang diarahkannya menuju ke balik bajunya, langsung ke kancing BH-nya yang kebetulan ada didepan. “Ini untukmu Ki, aku pengen kamu pegang dadaku…” gumamnya sambil berdesah manja. Aku kaget juga, tapi sekaligus tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Langsung saja kubuka kait BH-nya, dan bisa kurasakan betapa dadanya yang super wow itu benar-benar sesuai dengan apa yang kulihat dari luar. Ukurannya mungkin sekitar 36 C, atau malah mungkin D. Perlahan kubelai dan kuremas lembut dadanya. Aini mulai mengerang pelan, takut ketahuan. Tapi begitu tanganku mulai menjepit putingnya pelan, dan kuputar, desahannya mulai terdengar liar,”Ngghhh…ssshhh…kiii.. .sshhh… aahhhh…” aku makin gila. Giliran puting sebelahnya kuputar pelan sambil kujepit dengan jari-jariku. T

api waktu mau berbuat lebih jauh, Aini melepas pelukannya dan berbisik lirih dengan suara bergetar,”Ki, nanti malem kerumah ya? Kita bisa lebih bebas nanti.” aku mengangguk, mengancingkan behanya, dan kami sempat berciuman sebentar sebelum ia melangkah keatas keruang siaran, dan aku pulang. Wah, ini hari yang paling istimewa! Soalnya jangankan sampai berbuat gitu, wong mendekat sedikit saja dalam mimpi pun aku nggak berani, abis galak sih! Tapi begitu bisa dapet durian macam ini, aku jadi nggak sabar menanti malam tiba. **** Akhirnya apa yang kutunggu-tunggu sudah ada didepan mata. Dengan dandanan ala kadarnya, maklum aku nggak begitu suka dandan, aku menuju ke rumah Aini dengan Sidekick hijauku. Suara knalpot racing yang menderum membuat sebagian orang menoleh, termasuk beberapa pendengar yang emang sengaja datang untuk merayakan ultah penyiar pujaannya. 

Huh, mengganggu saja! rutukku dalam hati. Tapi biarinlah, yang terakhir kan dapetnya paling banyak, hehehe!! Beberapa pendengar yang udah kenal denganku menyapa, tapi aku hanya menanggapi sambil lalu saja, karena yang kucari adalah sesosok wanita cantik bertubuh sintal yang selalu kubayangkan dalam mimpi- mimpiku. Dan akhirnya bidadari sexy yang kutunggu muncul. Dengan gaun malam hitam yang dilengkapi pernik- pernik berlian, sungguh malam itu Aini menjadi bintang di pestanya, seakan seorang ratu yang hadir untuk dikagumi rakyatnya. 

Para fans langsung berdecak kagum,”Ooohh… mbak Aini cantik sekali,” suara salah satu pendengar yang juga ngefans sama cewek satu ini muncul disela- sela kerumunan pendengar. Aku yang waktu itu juga berbaur bersama mereka juga terkagum-kagum. Betul- betul ni cewek pinter merawat diri, dan memperlihatkan kecantikannya. Acara demi acara pun berlangsung, sampai tiba saatnya para tamu pun beranjak pulang. Karena sedikit- sedikit ada yang kenal, jadinya aku juga ikut nyalamin para pendengar. Mereka tentu puas sesudah memandangi Aini yang malam ini memang terlihat sangat cantik. Begitu para tamu pulang, aku sebetulnya juga ragu-ragu, apa iya Aini sungguh- sungguh. 

Kalo dari perlakuannya tadi pagi sih ya keliatannya emang iya. Sebodolah. Yang jelas, begitu aku masuk kedalam rumah, Aini mendekatiku dan berkata,”Tunggu sebentar ya.” Aku cuma mengangguk. Kemudian dia menghilang kekamarnya, dan beberapa saat kemudian terdengar suara dari dalam,” Ki, sini deh.” Aku bergegas masuk kekamarnya. Wah, boleh juga kamar perempuan sintal ini. Nuansa krem meliputi sekeliling ruangan, termasuk karpetnya. AC yang terpasang membuat ruangan jadi sejuk. Belum lagi perangkat stereo set dan TV 29 inch melengkapi kamarnya. Betul- betul kamar elit deh. Tapi yang membuat aku tertarik bukan kamarnya, tapi penghuni kamarnya itu. Kulihat Aini sudah berganti busana. Kali ini dia memakai lingerie tipis transparan sehingga lekuk tubuhnya makin jelas terlihat. Wah udah nggak sabar pengen nerkam aja bawaannya, tapi kutahan dulu. Begitu melihatku, Aini tersenyum simpul trus berdiri,”Gimana, bagus nggak lingerieku?” tanyanya sambil berdiri dan memutar tubuh moleknya. 

Aku jadi makin tergiur,”Bagus banget, cocok buat tubuhmu.” “Kita buka kado dulu yuk!” katanya, wah, pengennya sih langsung hehehe! Tapi okelah. Jadinya, aku duduk ditepi spring bednya, berhadapan sambil bantuin buka kado. Makin lama makin dekat, karena suasana romantis sudah terbangun dari musik jazz yang dia putar. Lantunan lembut Norah Jones dengan Don’t Know Why makin menambah gairah. Begitu kado habis terbuka, Aini memandangku dengan senyum manisnya. Aku rada salah tingkah. “Aku belum dapet kado dari kamu lho.” ucapnya manja. Aku hanya tersenyum,”Maaf, aku nggak bisa ngasih apa-apa buat hari spesialmu.” Aini memegang tanganku,”Nggak papa. Kamu dateng kesini juga udah lebih dari cukup. 

Aku memang pengen berdua sama kamu, menikmati malam ini, ngerayain hari ultahku.” Lalu dengan lembut dia mencium pipiku,”Makasih ya Ki.” Aku menoleh kearahnya. Kupandangi dalam-dalam wajah ayunya, dan makin lama makin dekat. Akhirnya bibir kami bertemu. Kupagut lembut bibir tipisnya, sebagai ucapan selamat ulangtahun. Aini mendesah manja, dan tangannya melingkar dileherku. Tubuh kami semakin merapat dan belahan dada yang terbungkus BH dan lingerie itu menempel erat didadaku. Kupeluk tubuhnya, dan semakin kudalamkan ciumanku. Lidah kami saling mencari dan membelit, memagut, seperti ular berbisa, dan makin lama makin erat. Nafas Aini semakin berpacu ketika kulepas pelan-pelan ciumanku. 

Matanya setengah terpejam,”Met ulangtahun ya,” lalu tanpa memberi kesempatan menjawab, kulabuhkan ciumanku kelehernya yang jenjang dan putih. Aini mulai menggeliat, dan mulai terdengar erangannya,”Ahhh… engghhhh… ” Terus kutelusuri lehernya yang mulus dengan lidahku, membuatnya makin kegelian. Sengaja aku belum menggerilyakan tanganku. Tapi Aini sudah mulai on dan nggak sabar. Tangannya yang melingkar dileherku sekarang mulai mengusap punggungku. Puas bermain dilehernya, kembali kutautkan ciumanku ke bibirnya. Kali ini tanganku mulai ikut bermain. Kuusap punggungnya pelan, lembut, dan semakin bergerak kedepan lalu singgah didadanya. Dengan penuh perasaan, kuusap lembut buah dadanya sebelah kiri dan sedikit kuremas. 

Nafas Aini makin memburu dan ia melepas ciumanku dengan deru nafas yang makin horny. Tangannya yang lentik mulai membuka kancing kemejaku satu persatu. Kubiarkan ia melakukan aksinya, sementara ciumanku mulai mendarat diatas dadanya. Sambil kuusap dengan mulutku, kubuatkan sedikit cupang merah didadanya. Aini makin mendesah dan erangannya mulai agak keras. Kemejaku sudah lepas sehingga aku bertelanjang dada. Tidak mau kalah, giliran tanganku menyusup kebalik lingerie Aini, dan kuraba buah dada kirinya. Kubuka kait BH dibelakangnya, dan penutup keindahan dada besar itupun terlepas. Aini langsung berdiri, melepaskan lingerie dan BHnya, kemudian langsung menurunkan celana dalamnya sehingga iapun telanjang. Aku memandangi lekuk tubuhnya yang indah. Pinggang ramping, pinggul besar, dada membulat kenyal. Ia berbisik lirih penuh keromantisan,”Malam ini aku milikmu Ki.” Satu persatu kulepas pula semua yang menutup tubuhku, dan akupun berdiri mendekatinya, kemudian memeluknya dan kembali bibir kami bertaut. Hanya saja kali ini agak sedikit lebih kasar. 

Tanganku mulai memutar-mutar puting susunya yang kenyal, dan Aini mulai mengerang- erang, mengekspresikan birahi yang makin tinggi. Ciumanku lalu berpindah ke dadanya, mengulum buah ranum itu sambil mengisap dengan keras. Erangannya makin jelas terdengar,”Ngghhh….sshhhhh.. .ahhhh….” dan tanganku mulai bergerak kebawah, menuju labianya yang merekah. Ketika kusentuh, Aini mendesah tertahan,”Ssshh… Kiiii….ahh hh…hhhh” Makin dalam kusentuh, makin kuat erangannya. Ia kudorong sehingga terduduk ditempat tidur dan kemudian ia membaringkan dirinya diatas peraduan. Aku memandang wajah sayu menawan itu dengan deru nafas memburu. Langsung aku berbaring disebelahnya, dan kuusap lagi kewanitaannya yang sudah mulai membanjir. 

Mulutku kembali bertualang disekitar dadanya. Aini tidak tinggal diam. Tangannya mencari kelelakianku dan mulai memain-mainkannya. Aku bangun secara tiba-tiba sehingga dia berhenti beraksi diatas kelelakianku, lalu kubuka kedua pahanya hingga memperlihatkan kewanitaannya. Aini mengerti apa yang mau aku lakukan. Tangannya memegang kepalaku dan mengarahkannya untuk memberi sentuhan hangat di kewanitaannya,”Lakukan apa yang kamu suka Ki, aku milikmu, benar- benar milikmu…sshhh…enngghhh” tak sempat dia melanjutkan perkataannya karena lidahku sudah keburu masuk di sela kewanitaannya. 

Kusapu semua bagian labianya, mengisap-isap dan kugigit kecil bagian yang mirip kacang itu, dan belum begitu lama, tiba-tiba Aini mengerang keras dan tubuhnya terangkat,”Aaaa…hhhhh” dan kemudian kewanitaannya terasa makin basah. Aku tidak peduli, dan terus melabuhkan lidahku kesana, sehingga rasa geli gatal yang menyerang Aini makin menjadi. Makin banyak cairan yang keluar dari kewanitaannya dan kemudian Aini membantingkan diri di ranjang dan mulai menggeliat-geliat dengan paha menjepit kepalaku. Kemudian kulepaskan diriku dari jepitannya, dan mulai mengarahkan tongkat nakhoda ke kapal yang hendak kulabuhi. Karena sudah licin, mudah saja tongkat itu berlabuh, sreett,”Ssshhh…aaahhh…” kemudian mulailah pelayaran itu dimulai. Kukendalikan irama tubuhku senada dengan Aini. 

Perempuan itu mulai mendesah-desah, mengerang, menjerit kecil sambil tubuhnya menggeliat-geliat dibawah tubuhku, makin lama makin cepat, tapi aku sengaja tidak mempercepat gerakanku sehingga ia makin liar. Kali ini erangannya sangat kuat, dan sangat menggairahkan. Baru beberapa menit, tiba-tiba Aini menghentikan gerakannya,”Ki, aku mau melayanimu diatas. Boleh ya?” desahnya manja. Lalu dia berbalik dan mulai menari diatas tubuhku. 

Erangannya lebih keras dari yang tadi. Ia terus mempertontonkan gerakan-gerakan yang indah, dan kedua bukit kembarnya bergoyang sexy. Sebuah kupegang dan kuremas- remas, sedangkan sebuah lagi kuhisap dengan keras, dan akhirnya sebuah teriakan kecil dan panjang keluar dari tenggorokannya,”Aaaaaahhhhhh.. .ahhhh..ahh… ah….” lalu kubalik tubuhnya sehingga kembali ia dibawah, lalu aku teruskan pelayaranku sehingga akhirnya mencapai puncak. Keluarlah semua kerinduanku akan pelukannya, sangat banyak. Aini sendiri begitu merasakan kehangatan didalam kewanitaannya hanya bisa mendesah manja, pasrah, penuh penyerahan diantaranya nafasnya yang memburu. Tubuh kami bermandikan keringat, meski ruangan itu sejuk dengan AC. Sambil mengengah, Aini memandangku dan berkata,”Makasih ya Ki, ini kado paling spesial yang pernah aku terima.” Lalu dia mengecup bibirku yang berbaring disampingnya. Kami berdua lalu berbagi cerita sambil berpelukan, dan akhirnya terlelap berdekapan. Ah, Aini…

Sumber

ABG Lagi Sange Buka Toket

Posted by Inu 0 komentar

ABG Lagi Sange Buka Toket  - Foto Bugil Wanita, abg bugil, toket gede, toket abg montok, toket tante, memek abg, memek tante, smp bugil, sma bugil, Foto Memek, memek perawan, janda bugil, abg sexsy, tante girang. ABG Lagi Sange Buka Toket.

ABG Lagi Sange Buka Toket

Sumber

Gambar Toket Gede ABG Asia

Posted by Inu 0 komentar

Wajah Cantik Toket Gede Abg China  - Anda pasti pernah melihat foto bugil, Foto Toket anda tahu dengan pasti kalau foto bugil itu ada bermacam macam, Seperti foto bugil tante, foto bugil artis, foto bugil anak SMA, foto bugil memek, tante bugil, foto bugil janda, foto bugil ABG, janda bugil, tante girang, perawan bugil, foto bugil perawan, foto bugil bispak, bayangkan saja anda melihat foto bugil  yang sangat hot itu berpose di depan kamera, pasti sangat mengasikkan sekali, kalau mau lihat yang begituan silahkan berkunjung ke situs ini saja, pasti anda akan sangat puas dengan berkunjung kesini.

Gambar Toket Gede ABG Asia

Toket Gede ABG China

Posted by Inu 0 komentar

Keindahan Toket Gede dan Memek Abg China - Anda pasti pernah melihat foto bugil, Foto Toket anda tahu dengan pasti kalau foto bugil itu ada bermacam macam, Seperti foto bugil tante, foto bugil artis, foto bugil anak SMA, foto bugil memek, tante bugil, foto bugil janda, foto bugil ABG, janda bugil, tante girang, perawan bugil, foto bugil perawan, foto bugil bispak, bayangkan saja anda melihat foto bugil  yang sangat hot itu berpose di depan kamera, pasti sangat mengasikkan sekali, kalau mau lihat yang begituan silahkan berkunjung ke situs ini saja, pasti anda akan sangat puas dengan berkunjung kesini.
Toket Gede ABG China .

Toket Gede ABG China

Toket Gede ABG China